Jangan Remehkan Plak Gigi, Dampaknya Bisa ke Mana-mana

Jangan Remehkan Plak Gigi, Dampaknya Bisa ke Mana-mana – Plak pada gigi sering kali diabaikan banyak orang. Padahal, bila tidak ditangani dengan baik, plak pada gigi bisa menyebabkan peradangan gusi yang berujung pada timbulnya berbagai penyakit di organ tubuh lain.

Plak pada gigi biasanya timbul akibat seringnya mengonsumsi makanan yang lengket dan kebiasaan dari sikat gigi yang buruk. Menurut drg Sri Angky Soekanto, Fakultas Kedokteran Gigi Fakultas Universitas Indonesia, penumpukan plak yang tidak diberikan tindakan dapat berbahaya.

“Penyakit gusi atau karies dapat terjadi karena adanya timbunan plak yang terbentuk dari kumpulan bakteri dan sisa-sisa makanan yang menempel pada permukaan gigi,” ujar perempuan yang akrab disapa Angky ini pada Sabtu (10/11/2018) di Jakarta.

Setidaknya, ada lima tanda umum jika gusi Anda bermasalah. Gusi yang lebih merah dari biasanya, nyeri, bengkak, sering berdarah, dan bau nafas yang tidak sedap dapat menjadi tanda yang menyarankan Anda untuk segera ke dokter gigi.

Bila terlambat, sekadar menyikat gigi tidak akan bisa mengubah kondisi ini dan Anda harus meminta penanganan dokter.

“Plak yang tidak dihilangkan dapat mengeras dan membentuk tartar yang tidak bisa dihilangkan dengan menyikat gigi. Hanya pembersihan profesional oleh dokter gigi atau ahli kesehatan gigi yang dapat mengangkat tartar, itulah mengapa ke dokter gigi itu penting,” ujar Angky.

Pada fase awal yang tidak begitu parah, gusi Anda mungkin hanya mengalami peradangan atau gingivitis dan tidak berpengaruh pada yang lain. Namun ketika ini sudah terlambat, kondisi ini bisa menyebabkan periodontitis yang dapat menyebar ke anggota tubuh lain.

Periodontitis dapat berpengaruh pada mata, paru-paru, jantung, dan bahkan otak. “Peradangan gusi bisa menyebabkan luka dan membuat bakteri masuk ke pembuluh darah. Karena kan tadi di mulut itu banyak kumannya,” jelas Angky.

Angky menegaskan untuk masyarakat agar lebih tertib dalam menjaga kesehatan dengan tiga tindakan: menggosok gigi, flossing, dan menggunakan obat kumur. Ketiganya dapat menjaga kesehatan mulut dan menjauhkannya dari peradangan gusi. Penyakit gusi diderita oleh hampir semua orang. Menurut data RISKESDAS yang terbaru, sembilan dari 10 orang akan mengalami penyakit gusi. Oleh karena itu, Angky mengingatkan pada masyarakat untuk rutin datang ke dokter gigi dan mengontrol kondisi giginya.

“Jadi memang harus ke dokter gigi. Kapan harus ke dokter gigi? Masing-masing orang berbeda. Tapi ya minimal 6 bulan sekali,” ujar Angky.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *